Jumat, 11 Maret 2016

KESENIAN INDONESIA "PAGELARAN TARI KLASIK JAWA"



PENTAS PAKET WISATA KERATON YOGYAKARTA
UKM SWAGAYUGAMA 
 
Sejarah 
            UKM SWAGAYUGAMA (Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Jawa Gaya Yogyakarta Universitas Gadjah Mada ) merupakan organisasi kemahasiswaan intra-universitas yang peduli pada pengembangan dan pelestarian kesenian tradisional jawa, khususnya tari dan karawitan gaya Yogyakarta. UKM Swagayugama berdiri pada tanggal 6 Maret 1968 telah menyajikan pementasan di banyak panggung dalam berbagai acara. Salah satu pentas rutinnya di selenggarakan di Bangsal Srimanganti, Kraton Yogyakarta.
            Tujuan organisasi ini adalah memberikan wadah bagi para peminat kesenian tardisional kepada para mahasiswa UGM. Melalui kegiatan ini, seni, nilai-nilai luhur, kebudayaan tradisonal milik Jawa akan tetap lestari dan di kembangkan.

Latar Belakang Pertunjukkan
            Kegiatan ini merupakan pentas rutin Swagayugama dalam mengisi paket wisata Keraton yang dilakukan di Bangsal Srimanganti setiap hari Minggu. Pentas dan pertunjukkan ini merupakan ajang aktualisasi bagi anggota sebagai pelestari kesenian tradisional Jawa Yogyakarta dan pengabdian terhadap Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat serta agar kebudayaan ini tidak mudah di klaim oleh Negara lain.

Tujuan Pertunjukkan
            Tujuan kegiatan ini adalah mewujudkan pengabdian terhadap Keraton Ngayogyakarta untuk mengisi paket wisata keratin di Bangsal Srimanganti.

Kegiatan
            Kegiatan ini dilakukan empat kali dalam setahun yang bertempat di Bangsal Srimanganti  Keraton Yogyakarta setiap hari Minggu pukul 10.00-12.00. Pentas ini di isi dengan repertoar berupa beksan yang diiringi langsung dengan gamelan komplit dengan paugeran yang telah di tentukan. 

Penampilan Pertunjukkan

1.      Tari Srimpi Pandhelori

Tari ini merupakan salah satu tari klasik gaya Yogyakarta mataraman yang di pertunjukkan oleh 4 orang penari sebagaimana asrti Serimpi itu sendiri yaitu empat. Nama Serimpi juga dikaitkan dengan akar kata “impi” yang menyaksikan tarian ini seolah terbawa mimpi. Tari ini mengambil kisah pertarungan antara Dewi Sudarawerti melawan Dewi Sirtupelaeli. Keduanya ingin menjadi istri Wong AgungJayanegara. Dalam pertarungan ini mereka sama sama kuat dan kemudian bersaudara menjadi istri Wong Agung Jayanegara.






 

2.      Klana Alus
Tari ini mengisahkan seorang Raja yang sedang jatuh cinta yaitu Prabu Dasalengkara kepada Dewi Siti satu krabat pandawa. Ekspresi cintanya tersebut diungkapkan dengan gerakan tarian Kalana Alus yang terkesan lembut serta bergelora.



           
 
3.       Beksan Menak (Rengganis >< Widaninggar)
Tarian ini mengisahkan peprangan antara Dewi Widaninggar yang berasal dari Koparman melawan Dewi Widaninggar yang berasal dari Tartaripura, Cina. Ia akan membalaskan dendamnya atas kematian kakaknya Dewi Adaninggar. Tarian ini memiliki gerakan seperti wayang golek serta mengambil cerita dari Hikayat Cinta







 

Lokasi dan Akses

            Lokasi pagelaran dan pertunjukkan ini berada di Bangsal Sri Manganti Keraton Yogyakarta. Akses untuk ke tempat tersebut sangat dengan mudah di tempuh dengan kendaraan umum karena berada di tengah jantung Kota Yogyakarta, tepatnya di daerah Alun-Alun Utara.

Tiket masuk dan Jadwal Pertunjukkan

  • Hanya membayar untuk tiket masuk ke Keraton Yogyakarta, sedangkan untuk melihat pertunjukkan tersebut tidak di pungut biaya. Untuk tiket masuk wisatawan domestic ke Keraton dipungut biaya Rp 5000 dan wisatawan mancanegara Rp 15.000
  • Jadwal Pertunjukkan : Setiap hari Minggu, pukul 10.00-12.00 WIB di Bangsal Sri Manganti.


Catatan 


Menurut saya, kegiatan pagelaran pementasan dan pertunjukkan Tari Klasik Gaya Yogyakarta dan karawitan yang di sediakan oleh Keraton kepada UKM Swagayugama ini sangat menarik dan bermanfaat sekali. Karena dengan adanya kegiatan ini, para mahasiswa dapat menyalurkan bakat maupun minat yang dapat di kembangkan melalui kegiatan tersebut. Selain itu, kegiatan ini dapat menghibur para wisatawan yang datang dan menyaksikan pementasan serta pertunjukkan tersebut. Kagiatan ini bagi saya juga dapat membangun semangat para generasi muda untuk lebih peduli dan melestarikan budaya tradisional khas Jawa agar nantinya tidak di klaim oleh Negara lain dan dapat menjadikan budaya Indonesia sebagai potensi pariwisata yang memberikan daya tarik tersendiri.  





Tidak ada komentar:

Posting Komentar