Candi
Prambanan merupakan candi yang banyak di kunjungi oleh para wisatawan
mancanegara dan domestik. Lokasinya yang strategis, memudahkan para pengunjung
dan wisatawan untuk berkunjung disana. Candi Prambanan berlokasi Jalan Raya
Jogja- Solo KM 16, Sleman Yogyakarta. Candi Prambanan merupakan candi Hindu
tertua di Asia Tenggara dan telah di akui oleh UNESCO sebagai cagar budaya
dunia. Candi Prambanan merupakan wisata jenis kebudayaan dan sejarah.
Singkat
cerita, Candi Prambanan atau lebih dikenal dengan Candi Roro Jonggrang dibangun
pada 850 masehi oleh Wangsa Sanjaya. Di sebut Candi Roro Jonggrang karena
seorang pangeran bernama Bandung Bondowoso jatuh hati kepada putri raja yang
rupawan parasnya, ia benama Rara Jonggrang. Karena tak kuasa menolak cinta sang
pangeran, Jonggrang mengajukan syarat kepada Bondowoso untuk dibuatkan candi
dengan 1.000 arca dalam waktu semalam. Permintaan itu hampir terpenuhi, sebelum
akhirnya Jonggrang berhasil meminta bantuan warga desa untuk menumbuk padi dan
membuat api besar agar terkesan suasana sudah pagi hari. Karena merasa
dicurangi, Bondowoso yang baru membuat arca ke-999 kemudian mengutuk Jonggrang
menjadi arca yang ke-1.000.
Candi
Prambanan adalah pengejawantahan peradaban Hindu di tanah Jawa. Hal ini dapat
dilihat dari struktur candi yang menggambarkan inti kepercayaan dalam agama
Hindu, yaitu Trimurti. Kompleks Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman
utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah
lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Setiap candi utama memiliki satu
candi pendamping, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda
untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4
candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi. Keistimewaan Candi
Prambanan lainnya yang wajib disaksikan oleh wisatawan adalah keindahan
relief-reliefnya yang menempel di dinding candi. Kisah Ramayana menjadi relief
utama candi ini. Namun, relief lain yang tak kalah menarik adalah pohon
kalpataru yang dalam agama Hindu dianggap sebagai pohon kehidupan, kelestarian,
dan keserasian lingkungan. Di Prambanan, relief pohon kalpataru digambarkan
tengah mengapit singa. Keberadaan pohon ini menggambarkan betapa masyarakat
Jawa abad ke-9 memiliki kearifan dalam mengelola lingkungannya.
Bagi
pengunjung yang ingin menuntaskan keingintahuannya terhadap seluk-beluk Candi
Prambanan, pengunjung dapat menyambangi sebuah museum yang juga berada di
kompleks candi. Di museum ini, pengunjung dapat menikmati audio visual tentang
sejarah ditemukannya Candi Prambanan hingga proses renovasinya secara lengkap.
Bagi wisatawan yang berkunjung bersama keluarga, di Candi Prambanan juga
terdapat taman bermain untuk anak-anak dan kereta mini yang dapat mengantarkan
pengunjung mengelilingi kawasan wisata tersebut.
Salah
satu event wisata
yang sayang untuk dilewatkan adalah pementasan Sendratari Ramayana. Sendratari
Ramayana adalah seni pertunjukan yang menyatukan ragam kesenian Jawa seperti
tari, drama, dan musik dalam satu panggung dan satu momentum untuk menyuguhkan
kisah Ramayana, epos legendaris karya Walmiki yang ditulis dalam bahasa
Sanskerta. Kisah Ramayana yang dibawakan dalam pertunjukan ini merupakan
penerjemahan dari relief yang terpahat di Candi Prambanan. Cerita Ramayana yang
terpahat di candi ini mirip dengan cerita yang berkembang dalam tradisi lisan
di India. Jalan cerita yang panjang dan menegangkan dirangkum dalam empat lakon
atau babak, yaitu: penculikan Sinta, misi Anoman ke Alengka, kematian
Kumbakarna atau Rahwana, dan pertemuan kembali Rama Sinta. Pementasan ini sudah
berjalan sejak tahun 1960-an dan dilaksanakan setiap bulan pada malam purnama.
Di
sekitar kompleks candi tersedia akomodasi dan fasilitas yang cukup lengkap,
seperti hotel/rumah penginapan, restoran/rumah makan, toko-toko cenderamata,
warung telekomunikasi, dan warung internet. Selain itu, kehadiran para tenaga
pemandu wisata yang mudah dijumpai di sekitar candi akan menyempurnakan
kunjungan para wisatawan. Sebab, mereka akan memandu wisatawan menelusuri
jejak-jekak kemasyhuran peradaban Jawa-Hindu dengan Candi Prambanavn sebagai
monumen utamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar